Powered By Blogger

Sabtu, 17 September 2011

ASKEP ARITMIA


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ARITMIA
 A.    Definisi
Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada infark miokardium. Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges, 1999). Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel miokardium. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price, 1994). Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi, 1996).
 B.    Etiologi
Etiologi aritmia jantung dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh :
1.        Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis karena infeksi)
2.        Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.
3.        Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin dan obat-obat anti aritmia lainnya
4.        Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia)
5.        Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung
6.        Ganggguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.
7.        Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis)
8.        Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
9.        Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung
10.    Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis sistem konduksi jantung)

C.    Macam – macam aritmia
1.     Sinus Takikardi
Meningkatnya aktifitas nodus sinus, gambaran yang penting pada ECG adalah : laju gelombang lebih dari 100 X per menit, irama teratur dan ada gelombang P tegak disandapan I,II dan aVF.
2.     Sinus bradikardi
Penurunan laju depolarisasi atrim. Gambaran yang terpenting pada ECG adalah laju kurang dari 60 permenit, irama teratur, gelombang p tgak disandapan I,II dan aVF.
3.     Komplek atrium prematur
Impul listrik yang berasal di atrium tetapi di luar nodus sinus menyebabkan kompleks atrium prematur, timbulnya sebelu denyut sinus berikutnya. Gambaran ECG menunjukan irama tidak teratur, terlihat gelombang P yang berbeda bentuknya dengan gelombang P berikutnya.
4.     Takikardi Atrium
Suatu episode takikardi atrium biasanya diawali oleh suatu kompleks atrium prematur sehingga terjadi reentri pada tingkat nodus AV.
5.     Fluter atrium.
Kelainan ini karena reentri pada tingkat atrium. Depolarisasi atrium cept dan teratur, dan gambarannya terlihat terbalik disandapan II,III dan atau aVF seperti gambaran gigi gergaji
6.     Fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium bisa tibul dari fokus ektopik ganda dan atau daerah reentri multipel. Aktifitas atrium sangat cepat.sindrom sinus sakit
7.     Komplek jungsional prematur
8.     Irama jungsional
9.     Takikardi ventrikuler

D.    Manifestasi klinis
a.    Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ); nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi;  bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit pucat, sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat.
b.   Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
c.    Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
d.   Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal; hemoptisis.
e.    demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan
  
E.    Pemeriksaan Penunjang
1.        EKG   : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung.
2.        Monitor Holter            : Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia.
3.        Foto dada       : Dapat menunjukkanpembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup
4.        Skan pencitraan miokardia     : dapat menunjukkan aea iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa.
5.        Tes stres latihan          : dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan disritmia.
6.        Elektrolit         : Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium dan magnesium dapat mnenyebabkan disritmia.
7.        Pemeriksaan obat       : Dapat menyatakan toksisitas obat jantung, adanya obat jalanan atau dugaan interaksi obat contoh digitalis, quinidin.
8.        Pemeriksaan tiroid     : peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum dapat menyebabkan.meningkatkan disritmia.
9.        Laju sedimentasi         : Penignggian dapat menunukkan proses inflamasi akut contoh endokarditis sebagai faktor pencetus disritmia.
10.    GDA/nadi oksimetri    : Hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia.
 F.     Penatalaksanaan Medis
1.      Terapi medis
Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu :
a. Anti aritmia Kelas 1            : sodium channel blocker
§ Kelas 1 A
Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter.
Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi.
Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang
§ Kelas 1 B
Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard, ventrikel takikardia.
Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT
§ Kelas 1 C
Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi
b.   Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade)
Atenolol, Metoprolol, Propanolol : indikasi aritmi jantung, angina pektoris dan hipertensi
c.   Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation)
Amiodarone, indikasi VT, SVT berulang
d.  Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker)
Verapamil, indikasi supraventrikular aritmia
2.      Terapi mekanis
a.    Kardioversi  : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia yang memiliki kompleks GRS, biasanya merupakan prosedur elektif.
b.   Defibrilasi    : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat.
c.    Defibrilator kardioverter implantabel          : suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang resiko mengalami fibrilasi ventrikel.
d.   Terapi pacemaker    : alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekuensi jantung.

inovasi IT dalam dunia pendidikan

TEKNOLOGI INFORMASI DAN INOVASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Komputer merupakan alat yang bisa dimanfaatkan sebagai media utama dalam pembelajan karena berbagai macam kemampuan yang dimilikinya, diantaranya memiliki respon yang cepat secara virtual (tampilan) terhadap masukan yang diberikan siswa (user), mempunyai kapasitas untuk menyimpan dan memanipulasi informasi, serta dapat digunakan secara luas sebagai alat dalam kegiatan pembelajaran. Di samping itu, komputer memiliki kemampuan yang lain yaitu dapat mengendalikan dan mengatur berbagai macam media dan bahan pembelajaran seperti film, video, slide, dan informasi yang dapat dicetak.
Komputer pada awalnya diciptakan hanya sebagai alat hitung saja, seiring dengan perkembangan zaman maka pemakaian computer sudah masuk dalam dunia pendidikan, kedokteran, perkantoran, pertanian, kedirgantaraan, dan lain-lainnya. Komputer sendiri berasal dari bahasa latin yaitu”computare” yang berarti menghitung
Saat ini sudah banyak layanan yang tersedia untuk mengakses informasi untuk kemajuan pendidikan khususnya di Indonesia. Komputer sekarang sudah umum di pakai di berbagai tempat untuk mempermudah pekerjaan dan menghemat waktu dalam bekerja. Komputer merupakan teknologi masa kini untuk mengatasi problem-problem yang dihadapi manusia dalam menyelesaikan sutau tugas. Kini karena pesatnya kemajuan zaman maka teknologi pun semakin berkembang, dulu kita menggunakan computer hanya bias di satu tempat karena sebuah PC terdiri dari CPU, monitor, keyboard dan mouse sehingga tidak bisa dibawa kemana-mana dan penggunaan komputerpun menjadi kurang efektif dan efisien.
Karena kemajuan teknologi sekarang kita bisa menggunakan gadjet untuk sharing informasi lewat situs internet, browsing, chatting, e-mail dan segala macam. Gadjet diartikan sebagai suatu alat yang tang dapat befungsi lebih dari satu atau memiliki keistimewaan. Misalnya handphone selain untuk telekomunikasi bisa digunakan untuk sharing via internet maka dari itu kebanyakan pelajar dan mahasiswa khususnya di dunia pendididkan menggunakan gadjet untuk mempermudahkan mereka mengakses informasi dengan cepat dengan biaya yang terjangkau. Selain itu kita juga bisa berbagi informasi dengan orang lain melalui blog dengan mengunduh file sehingga orang lain dapat mengunjungi blog kita untuk memperoleh informasi yang diperlukan.
Pembelajaran kini dapat dilakukan dengan menggunakan e-learing yaitu pembelajaran jarak jauh atau distance learning yang memanfaatkan teknologi computer, jaringan computer dan internet. Kita dapat melaksanakan perkuliahan tanpa harus datang menghadiri kuliah dan bisa menggunkan e-learning yaitu tatap muka menggunkan teleconference, e-mail, dan video call. E-learning tidak hanya bisa digunakan untuk online saja namun dapat pula digunakan secara offline menggunakan CD atau DVD. Kemajuan teknologi di bidang pendidikan memungkinkan kita memperoleh infrmasi dimanapun dan kapanpun dengan cepat dan mudah.
Dunia pendidikan kini sangat berpengaruh terhadap kemajuan teknologi maka dari itu sudah saatnya kita mengetahui tentang kemajuan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan kita dan meningkatkan SDM di Indonesia

INOVASI PENDIDIKAN
Berbicara mengenai inovasi (pembaharuan) mengingatkan kita pada istilah invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru artinya hasil karya manuasia. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Dengan demikian, inovasi dapat diartikan usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) invention dan discovery. Dalam kaitan ini Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang(masyarakat). Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Inovasi pendidikan adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi dunia pendidkan. Contoh bidangnya adalah Managerial, Teknologi, dan Kurikulum
Inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran, prosedur supervise serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan.

Teknologi adalah suatu alat yang mempermudah pekerjaan manusia sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Kedudukan IT dalam dunia pendidikan:
1.      Mempermudah kerjasama antar pakar menghilangkan batas ruang, waktu dan jarak
2.      Sharring information sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama-sama
3.      Virtual universitas

Manfaat lain yaitu:
1.      Akses kepustakaan
2.      Akses ke pakar
3.      Melaksanakan kuliah secara online
4.      Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi
5.      Menyediakan mesin pencari data
6.      Menyediakan fasilitas diskusi
7.      Menyediakan fasilitas direktori dan sekolah
8.      Menyediakan fasilitas kerjasama

KENDALA-KENDALA PENGIMPLIKASIAN DI INDONESIA
Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.
Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan. Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan IT yang memadai. Padahal masih banyak institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas IT.

Beberapa kendala dalam melakukan e-learning yaitu:
1.      Kurang tersedianya sdm yang handal
2.      Proses transformasi teknologi
3.      Infrastruktur telekomunikasi
4.      Perangkat hokum yang mengaturnya

Selain penggunaan e-learning kita juga bisa mendapat informasi pendidikan dan pembelajaran melaui e-book yaitu semacam tulisan di internet yang di dapat di buku dan diupload di internet kita dapat menggunakan e-book ini sebagai metode pembelajaran yang baru karena biasanya mahasiswa sekarang hanya mengcopy dari internet dan isinyapun kurang teoat, sedangkan e-book tersebut sesuai dengan isis buku dan bisa dijadikan referensi dalam pembuatan tugas mata kuliah. Dengan adanya e-book kita tidak perlu membeli buku banyak dan mahal cukup dengan mengakses internet dan menggunakan e-book kita dapat memperoleh informasi yang akurat dan sesuai dengan isi buku yang kita inginkan.

PEMANFAATAN IT BAGI INSTITUT PENDIDIKAN
Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.
Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah.

IT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA
Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.
Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 – 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

MULTIMEDIA
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, multimedia adalah kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video. Bila dalam suatu aplikasi multimedia pemakai/pengguna multimedia diberikan suatu kemampuan untuk mengontrol elemen-elemen yang ada, multimedia tersebut disebut dengan Interactive Multimedia. Dan apabila dalam aplikasi multimedia tersebut disediakan struktur dari elemen terhubung yang dapat dikendalikan oleh pemakai/pengguna, maka Interactive Multimedia tersebut menjadi Hypermedia.
Bukan suatu keharusan bagi suatu multimedia untuk membuat sarana interactive bagi pemakai / pengguna agar disebut dengan multimedia. Pemakai / pengguna dapat duduk dan menyaksikan sebagaimana mereka menyaksikan televisi biasa. Dalam hal ini project menjadi linear, mulai dari awal dan berjalan hingga akhir. Ketika pemakai / pengguna diberikan kendali / navigasi untuk menjelajah isi project, project menjadi Nonlinear dan Interactive, dan project menjadi pintu gerbang informasi pribadi yang amat menarik.
Panduan untuk mengetahui multimedia harus dimulai dengan definisi atau pengertian multimedia. Dalam industri elektronika, multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen yaitu, suara, gambar dan teks (Mc Cormick, 1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat berupa audio (suara,musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau multimedia merupakan alat yang menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001).
Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia.
1.      Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita.
2.      Kedua, harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi.
3.      Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung.
4.      Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide kita sendiri.
Animasi berarti gerakan image atau video seperti gerakan orang yang sedang melakukan sutau kegiatan, dll. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan satu gambar atau sekumpulan gambar. Demikian juga tidak dapat menggunakan teks untuk menerangkan informasi.
Animasi merupakan gabungan dimensi temporer dan layout spasial (posisi suatu objek berubah sesuai dengan waktunya).

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Menurut Oleksy (1995) dalam bukunya The Information Revolution: Education & Learning, multimedia adalah piranti teknologi yang terdiri dari piranti keras (hardware) dan piranti lunak (software) yang membawa bersama-sama berbagai jenis media teks, ilustrasi-ilustrasi, gambar/foto, bunyi, suara, animasi, dan video pada sebuah komputer. Sedangkan menurut Yusop (1995) di ceramahnya yang bertema Multimedia Dalam Pengajaran dan Pembelajaran, multimedia adalah kaidah penyebaran maklumat yang direka bentuk khusus untuk menggabungkan bunyi, gambar-gambar diam dan bergerak, grafik, animasi, data, dan teks bersama-sama dengan keupayaan interaktif sebuah komputer.
Sehingga, multimedia adalah suatu teknik yang menggabungkan data, teks, gambar, grafik, animasi, bunyi dan video. Secara umum, multimedia merupakan perantara dalam pembelajaran yang mengkombinasikan teks, video, suara dan animasi dalam sebuah perangkat lunak komputer yang interaktif.
Saat ini software program yang banyak dikembangkan dalam aplikasi pembelajaran adalah Macromedia Flash. Software ini dipakai luas oleh para profesional pengguna web, programmer maupun animator karena kemampuannya dalam menampilkan multimedia, gabungan antara grafis, animasi, suara serta interaktivitas bagi user jauh lebih unggul dibandingkansoftware sejenisnya. Software ini berbasis animasi vektor yang dapat digunakan untuk menghasilkan animasi, simulasi, presentasi, game (permainan), dan film.

PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM PENDIDIKAN
Teknologi multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang komunikasi dan pendidikan karena bisa mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Multimedia telah mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih dinamik. Tetapi yang lebih penting ialah tentang bagaimana untuk menggunakan teknologi tersebut dengan lebih efektif dan dapat mengeluarkan ide-ide untuk pengajaran dan pembelajaran. Penggunaan komputer multimedia dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran itu sendiri.
Dengan berkembangnya teknologi multimedia, unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat disimpan di dalam courseware Pembelajaran Berbantukan Komputer (PBK) yang dikemas dalam bentuk CD.

E-LEARNING
Inovasi dalam teknologi pembelajaran memang tidak pernah berhenti. Setiap saat pendidik yang tergabung di dalamnya berusaha untuk mengembangkan teknologi yang digunakan selama ini dan memperbaiki kelemahannya untuk kualitas pendidikan yang lebih baik.
Sanjaya (2006:) memandang e–learning atau proses pembelajaran dengan media elektronik terutama internet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan atau pembelajaran, namun mempunyai niat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi institusi pendidikan, teknologi di dalam e-learning dapat dijadikan media untuk semakin memperbaiki kualitas dalam pembelajaran jarak jauh yang seperti diterapkan di Universitas Terbuka (UT) akhir-akhir ini. E-learning juga dapat digunakan sebagai pembelajaran tatap muka yang melibatkan perangkat komputer di kelas, misalnya Pembelajaran Berbasis Komputer atau Computer Assisted Instruction (CAI).
Dukungan multimedia dan perkembangan baru di dunia web semakin membantu mewujudkan pembelajaran interaktif meskipun tidak ada pertemuan secara fisik. Hal inilah yang menjadi fokus dalam The 3rd International Conference E-Learning yang diadakan di Bangkok, belum lama ini.
Namun kesuksesan pembelajaran dalam e-learning juga terletak pada kepercayaan yang diberikan kepada siswa dan kejujuran dari setiap komponen yang terlibat di dalamnya. Awalan (e) pada e-learning sebetulnya berbicara tentang exploration (pendalaman), experience (pengalaman), engagement (keterlibatan), ease of use (kemudahan penggunaan), dan empowermen (pendayagunaan), namun juga memungkinkan untuk dieksploitasi ke arah negatif.
Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu sistem yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan sistem pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal ini bisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.

KELEBIHAN E-LEARNING
Pembelajaran dengan menggunakan e-learning mempunyai berbagai kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional. Dengan munculnya e-learning, memberikan warna baru dalam proses pembelajaran fisika di kelas. Pengajar dalam hal ini guru Sains (Fisika) banyak menjumpai kesulitan jika di laboratoriumnya tidak tersedia alat-alat untuk praktikum. Mereka berangggapan jika tidak ada alat yang tersedia maka praktikum lebih baik tidak dilaksanakan. Tetapi jika guru menggunakan bantuan e-learning, dalam internet sudah banyak tersedia animasi interaktif yang menyediakan fasilitas alat-alat praktikum yang dapat digunakan. Guru bisa langsung online ke web yang dituju terus men-download program yang diinginkan. Alat-alat praktikum yang dirasa mahal untuk dibeli ternyata bisa diganti dengan animasi komputer yang canggih dan sederhana. Program yang sering digunakan antara lain: Macromedia Flash, Java Applet, dan lain sebagainya. Selain men-download dari internet, kita juga dapat menggunakan CD pembelajaran yang sudah banyak beredar.



KELEMAHAN E-LEARNING
Ada beberapa kelemahan dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep Nagi dari Amerika, memberikan ide untuk mengaktifkan diskusi kelompok secara online dan membatasi kadaluwarsa soal-soal ujian.
Selain itu, pengajar (guru) juga harus memberikan interaksi yang responsif dan berkelanjutan untuk mengenal siswa lebih jauh dan dapat melihat minatnya, memberikan ujian berupa analisa atas suatu kasus yang berbeda, serta memintanya untuk menjelaskan logika yang menjadi analisa tersebut.
Emil Marais dan Basie von Solms dari Afrika Selatan menambahkan perlunya penyediaan alat bantu untuk membatasi akses ilegal ke dalam proses pembelajaran, baik dengan menggunakan password ataupun akses dari nomor IP (Internet Protocol) tertentu untuk mengurangi kecurangan dalam praktik e-learning.

KEPEMIMPINAN SITUASIONAL

Kepemimpinan situasional
Teori ini dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard(1977) yang merupakan pengembangan dan model Ohio State. Secara fisual model ini sama persis dengan model Ohio State, hanya terjadi perubahan nama-nama yang terdapat pada masing-masing jendela. Dalam model ini, strukur prakarsa diganti atau setara dengan tugas dan pertimbangan setara dengan hubungan atau relasi.
Berdasarkan model ini akan muncul 4 karakteristik perilaku kepemimpinan, yaitu hubungan tinggi-tugas rendah, tugas rendah-hubungan rendah, tugas tinggi-hubungan tinggi, dan tugas tinggi-hubungan rendah.
Secara skematis menggambarkan sebagai berikut:
Hubungan Tinggi
Tugas Rendah Tugas Tinggi
Hubungan Tinggi
Tugas Rendah
Hubungan Rendah Tugas Tinggi
Hubungan Rendah

MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Kuadran pertama, struktur atau tugas tinggi-pertimbangan/hubungan rendah(telling). Kuadran ini mendeskripsikan bahwa seorang pimpinan pada dasarnya mendefinisikan tugas yang harus dilakukan, mendeskripsikan pada karyawan tentang tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh setiap anggota, dan menyebutkan kapan tugas itu harus dilakukan dan diselesaikan. Komunikasi satu arah (one-way traffic communication) menjadi cirri perilaku pemimpin pada jendela ini. Perilaku hubungan yang rendah ini adalah akibat semata-mata adanya rasa hormat dan kehangatan terhadap orang lain dan adanya dorongan positif pasca pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pada perilaku kepemimpinan ini tidak ada pengambilan keputusan oleh kelompok.

Kuadran kedua, struktur/tinggi tinggi-pertimbangan/hubungan tinggi(selling). Kuadran ini mendeskripsik bahwa prilaku kepemimpinan ditandai dengan adanya pemberian perhatian dan pimpinan secara seimbang terhadap kompleksnya penyelesaian suatu tugas yang dibebankan, terhadap keyakinan, keinginan dan kebutuhan dalam kelompok. Pemimpin kemungkinan juga akan mendefinisikan suatu tujuan, meminta apa yang harus dikerjakan dan siapa pekerja yang akan diberikan tanggung jawab secara khusus, mengajukan pertanyaan kepada kelompok. Pemimpin masih mengemdalikan penuh kegiatan.

Kuadran ketiga, pertimbangan/hubungan tinggi-struktur/ tugas rendah (participating). Kuadran ini mendeskripsikan bahwa perhatian pimpinan tidak difokuskan pada tugas yang diruetkan, namun lebih pada proses untuk memperoleh pekerjaan yang efektif dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas. Pemimpin masih memiliki beberapa pengendalian terutama dalam penyelesaian tugas. Pemimpin dapat mendefinisikan masalah dan meminta anggota untuk membuat keputusan lebih lanjut tentang penyelesaian tugas bersama.

Kuadran keempat, struktur/tugas rendah-pertimbangan/ hubungan rendah(delegating). Kuadran ini mendeskripsikan bahwa pimpinan mempertahankan suatu sikap merendah sehingga bawahan berfungsi sesuai dengan batasan yang telah disepakati. Pemimpin mungkin hanya dibutuhkan sebagai konsultan, pengarah, motivator. Interaksi terjadi oleh kebutuhan dalam kelompok yang meningkat dibandingkan dengan rencana. Pendelegasian wewenang akibat terjadi pemindahan pengendalian dan pemimpin ke anggota dan karyawan

ASKEP GAGAL JANTUNG

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

I.        Contoh Kasus
Tuan Andi, suku Badui, usia 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak dada, dan terdapat oedem pada kaki. Istri tuan Andi mengatakan klien suka makan daging dan jarang berolahraga, klien juga mengalami obesitas dengan:
-        Berat badan: 85 kg
-        Tinggi badan 160 cm
Istri tuan Andi selalu menanyakan mengenai penyebab suaminya sakit dan apa yang akan dilakukan terhadap suaminya.

II.        Pengkajian
a.    Aktivitas/istirahat
-  Gejala: Keletihan/ kelelahan terus menerus sepanjang hari,    insomnia, nyeri dada dengan aktivitas, dispnea pada saat istirahat.
-  Tanda : Gelisah, perubahan status mental mis : letargi,  tanda vital berubah pad aktivitas.

b.    Sirkulasi
-  Gejala: Riwayat HT, IM baru/akut, episode GJK sebelumnya, penyakit jantung , bedah jantung , endokarditis, anemia, syok septic, bengkak pada kaki, telapak kaki, abdomen.
-  Tanda :
1.    TD; mungkin rendah (gagal pemompaan).
2.    Tekanan Nadi; mungkin sempit.
3.    Irama Jantung; Disritmia.
4.    Frekuensi jantung; Takikardia.
5.    Nadi apical; PMI mungkin menyebar dan merubah
posisi secara inferior ke kiri.
6.    Bunyi jantung; S3 (gallop) adalah diagnostik, S4 dapat terjadi, S1 dan S2 mungkin melemah.
7.    Murmur sistolik dan diastolic.
8.    Warna; kebiruan, pucat abu-abu, sianotik.
9.    Punggung kuku; pucat atau sianotik dengan pengisian kapiler lambat.
10. Hepar; pembesaran/dapat teraba.
11. Bunyi napas; krekels, ronkhi.
12. Edema; mungkin dependen, umum atau pitting khususnya pada ekstremitas.

c.    Integritas ego
-  Gejala: Ansietas, kuatir dan takut. Stres yang berhubungan dengan penyakit/keperihatinan finansial (pekerjaan/biaya perawatan medis)
-  Tanda: Berbagai manifestasi perilaku, mis : ansietas, marah, ketakutan dan mudah tersinggung.

d.    Eliminasi
-     Gejala: Penurunan berkemih, urine berwana gelap, berkemih malam hari (nokturia), diare/konstipasi.

e.    Makanan/cairan
-  Gejala    : Kehilangan nafsu makan, mual/muntah, penambhan berat badan signifikan, pembengkakan pada ekstremitas bawah, pakaian/ sepatu terasa sesak, diet tinggi garam/makanan yang telah diproses dan penggunaan diuretic.
-  Tanda    : Penambahan berat badan cepat dan distensi abdomen (asites) serta edema (umum, dependen, tekanan dn pitting).

f.      Higiene
-  Gejala: Keletihan/kelemahan, kelelahan selama aktivitas Perawatan diri.
-  Tanda: Penampilan menandakan kelalaian perawatan personal.

g.    Neurosensori
-  Gejala: Kelemahan, pening, episode pingsan.
-  Tanda: Letargi, kusut pikir, diorientasi, perubahan perilaku dan mudah tersinggung.

h.    Nyeri/Kenyamanan
-  Gejala: Nyeri dada, angina akut atau kronis, nyeri abdomen kanan atas dan sakit pada otot.
-  Tanda: Tidak tenang, gelisah, focus menyempit danperilaku melindungi diri.

i.      Pernapasan
-  Gejala: Dispnea saat aktivitas, tidur sambil duduk atau dengan beberapa bantal, batuk dengn/tanpa pembentukan sputum, riwayat penyakit kronis, penggunaan bantuan pernapasan.
-  Tanda:
1.    Pernapasan; takipnea, napas dangkal, penggunaan otot asesori pernpasan.
2.    Batuk: Kering/nyaring/non produktif atau mungkin batuk terus menerus dengan/tanpa pemebentukan sputum.
3.    Sputum ; Mungkin bersemu darah, merah muda/berbuih (edema pulmonal)
4.    Bunyi napas ; Mungkin tidak terdengar.
5.    Fungsi mental; Mungkin menurun, kegelisahan, letargi.
6.    Warna kulit ; Pucat dan sianosis.

j.      Keamanan
-        Gejala: Perubahan dalam fungsi mental, kehilangan kekuatan/ tonus otot, kulit lecet.

k.    Interaksi sosial         
-        Gejala: Penurunan keikutsertaan dalam aktivitas sosial yang biasa dilakukan.



l.      Pembelajaran/pengajaran
-  Gejala: menggunakan/lupa menggunakan obat-obat jantung, misalnya : penyekat saluran kalsium.
-  Tanda: Bukti tentang ketidak berhasilan untuk meningkatkan.

Ø  Riwayat Penyakit
Hipertensi renal, angina, infark miokard kronis, diabetes mellitus, bedah jantung dan disritmia

Ø  Riwayat Diet
Intake gula, garam, lemak, kafein, cairan dan alkohol

Ø  Riwayat Pengobatan
Toleransi obat, obat-obat penekan fungsi jantung, steroid, alergi terhadap obat tertentu

Ø  Pengkajian Fisik
-        Keadaan umum: composmentis. Berubah sesuai tingkat gangguan perfusi system saraf pusat
-        B1(breathing): dipsnea, otropnea, DNP(Dipsnea Noktural Paroksimal), batuk, edema paru
-        B2(blood): edema ekstremitas, heart rate lemah, tekanan darah menurun, adanya hipertropi jantung dan disritmia
-        B3(brain): sianosis perifer apabila terjadi gangguan perfusi jaringan yang berat
-        B4(bladder): output urin selalu berhubungan dengan input monitor adanya oliguria, edema, ekstrimitas oleh karena retensi cairan yang parah
-        B5(bowel): hepatomegali dan nyeri tekan kuadran kanan atas oleh karena pembesaran vena di hepar, anoreksia dan mual
-        B6(bone): edema dan mudah lelah



Ø  Pemeriksaan Penunjang
-        EKG (elektrokardiogram): untuk mengukur kecepatan dan keteraturan denyut jantung
EKG: Hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia san kerusakan pola mungkin terlihat. Disritmia mis : takhikardi, fibrilasi atrial. Kenaikan segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah imfark miokard menunjukkan adanya aneurime ventricular.
-        Echokardiogram: menggunakan gelombang suara untuk mengetahui ukuran dan bentuk jantung, serta menilai keadaan ruang jantung dan fungsi katup jantung. Sangat bermanfaat untuk menegakkan diagnosis gagal jantung.
-        Foto rontgen dada: untuk mengetahui adanya pembesaran jantung, penimbunan cairan di paru-paru atau penyakit paru lainnya.
-        Tes darah BNP: untuk mengukur kadar hormon BNP (B-type natriuretic peptide) yang pada gagal jantung akan meningkat.
-        Sonogram: Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam fungsi/struktur katub atau are penurunan kontraktilitas ventricular.
-        Skan jantung: Tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan pergerakan dinding.
-        Kateterisasi jantung: Tekanan bnormal merupakan indikasi dan membantu membedakan gagal jantung sisi kanan verus sisi kiri, dan stenosi katup atau insufisiensi, Juga mengkaji potensi arteri kororner. Zat kontras disuntikkan kedalam ventrikel menunjukkan ukuran bnormal dan ejeksi fraksi/perubahan kontraktilitas

III.        Diagnosa Keperawatan
1.    Pola nafas tidak efektif b.d gagal jantung kiri akibat kelemahan ventrikel, meningkatnya tekanan vena pulmonalis dan paru-paru d.d dipsneu
2.    Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d penurunan reflek batuk, penumpukan secret.
3.    Penurunan curah jantung b.d perubahan kontraktilitas miokardial/ perubahan inotropik d.d orthopnea, curah jantung <4L/detik
4.    Penurunan perfusi jaringan b.d penurunan O2  ke organ
5.    Nyeri akut b.d kurangnya suplai oksigen yang disebabkan metabolism anaerob d.d nyeri dada.
6.    Kelebihan volume cairan b.d menurunnya laju filtrasi glomerulus, meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium/air.
7.    Perubahan nutrisi, lebih dari kebutuhan tubuh b.d intake berlebih d.d BB pasien di atas ideal: 85Kg, pasien mengatakan suka makan daging.
8.    Intoleransi aktivitas b.d fatigue
9.    Kerusakan integritas kulit b.d pitting edema.
10. Ansietas b.d sesak nafas, asites.
11. Kurang pengetahuan b.d kurang terpajan informasi mengena prosedur tindakan dan prognosis

IV.        Rencana Tindakan
No
Dx
Tujuan & KH
Intervensi
Rasional
1
Pola nafas tidak efektif b.d gagal jantung kiri akibat kelemahan ventrikel, meningkatnya tekanan vena pulmonalis dan paru-paru d.d dipsneu

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pasien tidak mengalami gangguan pola nafas dengan KH
-        Mempertahankan pola nafas normal, bebas sianosis dan tanda/ gejala lain dari hipoksia dengan bunyi nafas sama secara bilateral
-        Area paru bersih
1.    Evaluasi frekuensi pernafasan dan kedalaman. Catat upaya pernafasan


2.    Auskultasi bunyi nafas






3.    Observasi penyimpangan dada . selidiki penurunan ekspansi

4.    Observasi karakter batuk dan produksi sputum
1.  Kecepatan dan upaya mungkin meningkat karena nyeri, takut, demam, penurunan volume sirkulasi

2.  Kehilangan bunyi nafas aktif pada area ventilasi sebelumnya menunjukkan kolaps segmen paru

3.  Udara atau cairan ada area pleural mencegah ekspansi pleural

4.  Sputum purulen menunjukkan timbulnya infeksi paru
2
Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d penurunan reflek batuk, penumpukan secret.

Setelah diberikan askep selama 3x24 jam diharapkan kepatenan jalan nafas pasien terjaga dengan
KH :
-        RR dalam batas normal
-        Irama nafas dalam batas normal
-        Pergerakan sputum keluar dari jalan nafas
-        Bebas dari suara nafas tambahan
1.      Pantau frekuensi pernafasan. Catat rasio inspirasi dan ekspirasi.





2.      Berikan posisi terlentang





3.      Dorong/bantu latihan nafas abdomen atau bibir.



4.      Memberikan air hangat.
1.    Takipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama distress.

2.    Posis terlentang lebih baik diberikan untuk menghindari kerja jantung yang berat

3.    Memberikan pasien beberapa cara untuk mengatasi dan mengontrol dispnea.

4.    Hidrasi air membantu menurunkan kekentalan secret, mempermudah pengeluaran.
3
Penurunan curah jantung b.d perubahan kontraktilitas miokardial/ perubahan inotropik d.d orthopnea, curah jantung <4L/detik

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan tanda vital dalam batas yang dapat diterima (disritmia terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung.
KH:
-        Melaporkan penurunan episode dispnea, angina.
-        Ikut serta dalam aktivitas yang mengurangi beban kerja jantung

1.    Auskultasi nadi apical, observasi frekuensi, irama jantung

2.    Catat bunyi jantung.


3.    Palpasi nadi nadi perifer




4.    Pantau TD






5.    Kaji kulit terhadap pucat dan sianosis.







6.    Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanula atau masker sesuai indikasi.

1.  Untuk mengkompensasi penurunan kontraktilitas ventrikuler.
2.  Murmur dapat menunjukkan inkompetensi/ stenosis katup.

3.  Penurunan curah jantung dapat menunjukkan menurunnya nadi radial, poplitea, dorsalis pedis dan postibial.

4.  Nadi mungkin cepat hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi, dan pulsus alternan (denyut kuat lain dengan denyut lemah) mungkin ada.
5.  Pucat menunjukkan menurunnya perfusi perifer sekunder terhadap tidak adekuatnya curah jantung, vasokontriksi, dan anemia. Sianosis dapat terjadi sebagai refraktori GJK.
6.  Meningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk melawan efek hypoxia atau iskemia.
4
Penurunan perfusi jaringan b.d penurunan O2  ke organ
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan gangguan perfusi jaringan berkurang / tidak meluas dengan KH:
-        Daerah perifer hangat
-        Tak sianosis
-        Gambaran EKG tak menunjukan perluasan infark
-        RR 16-24 x/ menit tak terdapat clubbing finger kapiler refill 2 detik, nadi 60-100x / menit. TD 120/80 mmHg

1.    Pantau TD, catat adanya hipertensi sistolik secara terus menerus dan tekanan nadi yang semakin berat.



2.    Pantau frekuensi jantung, catat adanya Bradikardi, Tacikardia atau bentuk Disritmia lainnya.


3.    Pantau pernapasan meliputi pola dan iramanya.




4.    Catat status neurologis dengan teratur dan bandingkan dengan keadaan normalnya
1.    Vasokontriksi sistemik diakibatkan oleh penurunan curah jantung mungkin dibuktikan oleh penurunan perfusi kulit dan penurunan nadi.

2.    Pompa jantung gagal dapat mencetuskan distres pernapasan. Namun, dispnea tiba-tiba/berlanjut.

3.    Normalnya autoregulasi mempertahankan aliran darah otak yang konstan pada saat ada fluktuasi TD sistemik.

4.    Perubahan pada ritme (paling sering Bradikardi)
5
Nyeri akut b.d kurangnya suplai oksigen yang disebabkan metabolism anaerob d.d nyeri dada.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan nyeri dada hilang atau terkontrol dengan KH:
-        Pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi.
-        Pasien menunjukkan menurunnya tegangan, rileks dan mudah bergerak.
1.  Pantau atau catat karakteristik nyeri, catat laporan verbal, petunjuk nonverbal, dan respon hemodinamik

2.  Ambil gambaran lengkap terhadap nyeri dari pasien termasuk lokasi, intensitas (0-10), lamanya, kualitas (dangkal/menyebar), dan penyebarannya.

3.  Observasi ulang riwayat angina sebelumnya, nyeri menyerupai angina, atau nyeri IM. Diskusikan riwayat keluarga.







4.  Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera.




5.  Berikan lingkungan yang tenang, aktivitas perlahan, dan tindakan nyaman








6.  Bantu melakukan teknik relaksasi, mis,, napas dalam/perlahan, perilaku distraksi, visualisasi, bimbingan imajinasi.



7.  Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik.



Kolaborasi :
8.  Berikan obat sesuai indikasi, contoh:
  • Antiangina, seperti nitrogliserin (Nitro-Bid, Nitrostat, Nitro-Dur).















1.    Variasi penampilan dan perilaku px karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian.

2.    Nyeri sebagai pengalaman subjektif dan harus digambarkan oleh px.




3.    Dapat membandingkan nyeri yang ada dari pola sebelumnya, sesuai dengan identifikasi komplikasi seperti meluasnya infark, emboli paru, atau perikarditis.

4.    Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaran nyeri/memerlukan peningkatan dosis obat.

5.    Menurunkan rangsang eksternal dimana ansietas dan regangan jantung serta keterbatasan kemampuan koping dan keputusan terhadap situasi saat ini.

6.    Membantu dalam penurunan persepsi/respon nyeri. Memberikan kontrol situasi, meningkatkan perilaku positif.


7.    Hipotensi/depresi pernapasan dapat terjadi sebagai akibat pemberian narkotik.


8.    obat
·         Nitrat berguna untuk kontrol nyeri dengan efek fasodilatasi koroner, yang meningkatkan aliran darah koroner dan perfusi miokardia. Efek vasodilatasi perifer menurunkan volume darah kembali ke jantung (preload) sehingga menurunkan kerja otot jantung dan kebutuhan oksigen.
6
Kelebihan volume cairan b.d menurunnya laju filtrasi glomerulus, meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium/air.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam  diharapkan Keseimbangan volume cairan dapat dipertahankan dengan KH:
-        Mempertahankan keseimbangan cairan seperti dibuktikan oleh tekanan darah dalam batas normal, tak ada distensi vena perifer/ vena dan edema dependen, paru bersih dan berat badan ideal
  1. Pantau pengeluaran urine, catat jumlah dan warna saat dimana diuresis terjadi.









  1. Pantau/hitung keseimbangan pemaukan dan pengeluaran selama 24 jam.

  1. Kolaborasi pemberian diuretic sepert furosemid (lasix, bumetanide (bumex).

1.    Pengeluaran urine mungkin sedikit dan pekat karena penurunan perfusi ginjal. Posisi terlentang membantu diuresis sehingga pengeluaran urine dapat ditingkatkan selama tirah baring.

2.     Untuk mengetahui keseimbangan cairan.




3.    Meningkatkan laju aliran urine dan dapat menghambat reabsorpsi natrium/ klorida pada tubulus ginjal
7
Perubahan nutrisi, lebih dari kebutuhan tubuh b.d intake berlebih d.d BB pasien di atas ideal: 85Kg, pasien mengatakan suka makan daging.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam teradi perubahan pola makan dan berat badan dengan KH:
-        Menunjukkan perubahn pola makan
-        Mempertahankan berat badan ideal
-        Mempertahankan program olahraga yang tepat secara individual
1.    Tetapkan keinginan pasien untuk menurunkan berat badan





2.    Dorong pasien untuk mempertahankan masukan makanan harian


3.    Rujuk ke ahli gizi sesuai indikasi
1.    Motivasi untuk penurunan berat badan adalah internal. Individu harus berkeinginan untuk menurnkan berat badan

2.    Memberikan data dasar mengenai keadekuatan nutrisi  yang dimakan

3.    Memberikan konseling dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual

8
Intoleransi aktivitas b.d fatigue

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan  Terjadi peningkatan toleransi pada klien dengan
Kriteria hasil  :
-        frekuensi jantung 60-100 x/ menit
-        TD 120-80 mmHg

1.      Kaji respon pasien terhadap aktifitas











2.      Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas/ perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi, berikan bantuan sesuai kebutuhan
1.    Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respon fisiologi terhadap stres aktivitas dan, bila ada merupakan indikator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktifitas.

2.    Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan kerja jantung tiba-tiba. Meberikan bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam melakukan aktivitas
9
Kerusakan integritas kulit b.d pitting edema.
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan  kerusakan integritas kulit pasien teratasi
Kriteria hasil:
-        klien dapat Mendemonstrasikan perilaku/teknik mencegah kerusakan kulit.
Mempertahankan integritas kulit,
1.   Ubah posisi sering ditempat tidur/ kursi, bantu latihan rentang gerak pasif/ aktif.



2.   Berikan perawatan kulit sering, meminimalkan dengan kelembaban/ ekskresi.

3.   Pantau kulit, catat penonjolan tulang, adanya edema, area sirkulasinya terganggu/pigmentasi atau kegemukan/kurus.


1.    Memperbaiki sirkulasi/ menurunkan waktu satu area yang mengganggu aliran darah.

2.    Terlalu kering atau lembab merusak kulit dan mempercepat kerusakan.


3.    Menurunkan tekanan pada kulit, dapat memperbaiki sirkulasi.

10
Ansietas b.d sesak nafas, asites.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan pasien menyatakan penurunan cemas dengan KH:
-        mengenal perasaannya
-        mengidentifikasi penyebab dan faktor yang mempengaruhinya secara tepat.
-        Mendemonstrasikan pemecahan masalah positif.
1.    Catat adanya kegelisahan, menolak, dan/atau menyangkal (afek tak tepat atau menolak mengikuti program medis).


2.    Observasi tanda verbal/non verbal kecemasan pasien. Lakukan tindakan bila pasien menunjukkan perilaku merusak.



3.    Orientasi pasien atau orang terdekat terhadap prosedur rutin dan aktivitas yang diharapkan. Tingkatkan partisipasi bila mungkin

4.    Dorong pasien atau orang terdekat untuk mengkomunikasikan dengan seseorang, berbagi pertanyaan dan masalah.



1.    Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara derajat/ekspresi marah atau gelisah dan peningkatan resiko IM.

2.    Pasien mungkin tidak menunjukkan masalah secara langsung, tetapi kata-kata atau tindakan dapat menunjukkan rasa agitasi, marah, dan gelisah.

3.    Perkiraan dan informasi dapat menurunkan kecemasan pasien.






4.    Berbagi informasi membentuk dukungan/kenyamanan dan dapat menghilangkan tegangan terhadap kekhawatiran yang tidak diekspresikan.
11
Kurang pengetahuan b.d kurang terpajan informasi mengena prosedur tindakan dan prognosis

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x60 menit diharapkan pasien dan keluarga mengerti tentang penyakit yang dialami pasien dengan KH:
-        Pasien tidak bertanya-tanya lagi tentang penyakitnya
-        Keluarga pasien mengerti tentang segala prosedur tindakan yang dijalani oleh pasien

1.    Diskusikan fungsi jantung normal







2.    Diskusikan obat, tujuan dan efek samping








3.    Anjurkan makan diet pada pagi hari








4.    Berikan HE kepada pasien dan keluarganya
1.    Pengetahuan proses penyakit dan harapan dapat memudahkan ketaatan pada program pengobatan

2.    Pemahaman kebutuhan terapeutik dan pentingnya upaya pelaporan efek samping dapat mencegah terjadinya komplikasi obat.

3.    Memberikan waktu yang adekuat untuk efek obat sebelum tidur untuk mencegah/ membatasi menghentikan tidur

4.    Untuk memberikan gambaran kepada pasien dan keluarga mengenai penyakit yang diderita pasien saat ini.